Senin, 04 November 2013

PENGERTIAN DAN SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING

A.    PENDAHULUAN
Tujuan pendidikan mensyaratkan perkembangan kemampuan siswa secara Optimal, dengan kemampuan untuk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Sebagai individu, siswa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Kenyataan yang dihadapi, tidak semua siswa menyadari potensi yang dimiliki untuk kemudian memahami dan mengembangkannya. Disisi lain sebagai individu yang berinterksi dengan lingkungan, siswa juga tidak dapat lepas dari masalah. Menyadari hal di atas siswa perlu bantuan dan bimbingan orang lain agar dapat berindak dengan tepat sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya.
Sekolah sebagai institusi pendidikan tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan tetapi juga mengembangkan kesluruhan kepribadian anak. Sebagai profesional guru memegang peran penting dalam membantu murid mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan lingkungannya.

B.   Pengertian Dan Sejarah Bimbingan Dan Konseling

1.      Pengertian Bimbingan
            secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemahan dari kata “Guidance” berasal dari kata kerja “to guide” yang mempunyai arti “menunjukkan, membimbing, menuntun, ataupun membantu. “sesuai dengan istilahnya, maka secara umum bimbingan dapat di artikan sebagai suatu bantuan atau tuntunan.
      Ada beberapa prinsip sebagai berikut :
1.      Bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, sehingga bantuan itu di berikan secara sistematis, berencana, terus menerus dan terarah pada tujuan tertentu.
2.      Bimbingan merupakan proses membantu individu.
3.      Bahwa bantuan diberikan kepada setiap individu yang memerlukan di dalam proses perkembangannya.
4.      Bahwa bantuan yang diberikan melalui pelayanan bimbingan bertujuan agar individu dapatmengenbangkan dirinya secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
5.      Yang menjadi sasaran bimbingan adalah agar individu dapat mencapai kemandirian yakni tercapainya perkembangan yang optimal dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya.
6.      Untuk mencapai tujuan bimbingan sebagaimana dikemukakan diatas, digunakan pendekatan pribadi atau kelompok dengan memanfaatkan berbagai teknikdan bmbingan.
7.      Layanan bimbingan dengan menggunakan berbagai macam media dan teknik tersebut dilaksanakan dalam suasana asuhan yang normatif.
8.      Bahwa untuk melaksanakan kegiatan bimbingan diperlukan adanya personil-personil yang memiliki keahlian dan pengalaman khusus dalam bidang bimbingan. (Hallen: 2005:6)

2.      Pengertian konseling
            Istilah konseling berasal dari bahasa inggris “to counsel” yang secara etimologis berarti “to give advice” atau member saran atau nasehat.
            Di samping itu, istilah bimbingan selalu dirangkaikan dengan istilah konseling. Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan diantara beberapa teknik lainnya. Bimbingan itu lebih luas, dan konseling merupakan alat yang paling penting dari usaha pelayanan bimbingan. (Hallen: 2005:9).
            Menurut James F. Adams, yang dikutip I. Djumhur dan Moh. Sorya konseling adalah suatu pertalian timbale balik antara dua orang individu dimana yang seorang (konselor) membantu yang lain (konselee) supaya ia dapat memahami dirinya dalam hubungan dalam masalah-masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan dating. (I. Djumhur, Moh.Surya: 1988:29).
            Menurut H. Koestoer Partowisastro menyebutkan defenisi konseling dalam dua pengertian, yaitu:
a.       Dalam arti luas
            Konseling adalah ikhtiar pengaruh psikologis terhadap semua manusia.
b.      Dalam arti sempit
            Konseling merupakan hubungan yang disengaja dengan manusia lain, dengan maksud agar dengan berbagai cara psikologis kita dapat mempengaruhi beberapa facet kepribadiannya, sedemikan rupa sehingga mempengaruhi sesuatu efek tertentu. (H. Koestoer P. 1982:15)
            Proses konseling pada dasarnya dilakukan secara individual (between two persons), yaitu antara klien dan konselor, walaupun dalam perkembangan kemudian ada konseling kelompok (group counseling). Pemecahan masalah dalam proses konseling itu dijalankan dengan wawancara atau diskusi antara klien dengan konselor, dan wawancara itu dijalankan secara face to face. (Bimo Walgito: 2005:7)
            Pengertian konseling secara agama adalah usaha member bantuan kepada kepada seseorang yang mengalami kesulitan baik lahiriah maupun batiniah yang menyangkut hubungannya di masa kini dan di masa mendatang. Bantuan tersebut berupa pertolongan dibidang mental dan spiritual, agar orang yang bersangkutan bias mengatasinya dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri maupun dorongan kekuatan iman dan taqwa kepada tuhan. (H. M. Arifin: 1982:2)


3.      Sejarah perkembangan bimbingan dan konseling

a.       Perkembangan layanan bimbingan dan konseling di Amerika
            Sampai awal abad ke-20 belum ada konselor di sekolah. Pada saat itu pekerjaan-pekerjaan konselor masih ditangani oleh para guru, seperti dalam memberikan layanan informasi, layanan bimbingan pribadi, social, karir, dan akademik. Pada tahun 1898, jesse B. Davis, seorang konselor sekolah di detroit memulai memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA. Pada tahun 1907, dia diangkat menjadi kepala SMA di Grand Rapids, Michigan. (Syamsu Yusuf: 2009:87)
            Pada waktu yang sama para ahli lainnya juga mengembangkan program bimbingan ini , seperti berikut.
1.      Elie Weaper, pada tahun 1906 menerbitkan booklet tentang “memilih suatu karir”. Dia telah berhasil membentuk komite guru pembimbing di setiap sekolah di New York.
2.      Frank Parson, yang dikenal sebagai “Father of guidance movement in American education.” Mendirikan Biro pekerjaan (Vocational Bureau) pada tahun 1908 di Boston,  Massachussets, yang tujuannya adalah membantu para pemuda untuk memilih karir yang di dasarkan atas proses seleksi secara Ilmiah dan melatih para guru untuk memeberikan pelayanan sebagai konselor vokasional.
3.      E. G. Williamson, pada tahun 1940 menulis buku How  to cousel Student: A Manual of techniques for Clinical Counselors. Model bimbingan yang dikembangkan oleh Williamson terkenal dengan nama trait and factor (directive) guidance. Dalam model ini, para konselor menggunakan informasi untuk membantu siswa dalam memecahkan masalahnya, khususnya dalam bidang pekerjaan dan penyesuain interpersonal.
4.      Carl R. Rodgers mengembangkan konseling client-centered, yang tidak berfokus kepada masalah, tetapi sangat mementingkan hubungan antara konselor  dengan kliennya. Pendekatan konseling merupakan respon terhadap pendekatan konseling yang direktif bersifat sempit dan terfokus kepada masalah. (Syamsu Yusuf: 2009:89)

b.      Perkembanagan bimbingan dan konseling di Indonesia
            Bimbingan dan konseling telah lama dikenal di Indonesia. Hanaya saja berbeda dalam pendekatannya. Dengan diproklamasikannya kemerdekaannya Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, dan dengan didirikannya beberapa kementerian pada waktu itu, antara lain ada Kantor Penempatan Kerja, hal ini menunjukkan adanya usaha untuk menempatkan orang-orang yang ingin bekerja.
            Dengan diadakannya konferensi FKIP seluruh Indonesia uang diselenggarakan di malang dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 24 agustus 1960, dan yang telah memutuskan bahwa bimbingan dan konseling dimasukkan dalam kurikulum FKIP, hal ini menunjukkan adanya langkah yang lebih maju, yaitu bahwa bimbingan dan konseling sebagai suatu ilmu dikupas secara ilmiah. Dengan instruksi dari pemerintah (Departemen PD dan K). untuk melaksanakan bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah telah membuat bimbingan dan konseling semakin maju dilingkungan sekolah.(Bimo Walgito: 2005:14)
            Layanan bimbingan dan konseling di Indonesia telah mulai dibicarakan secara terbuka sejak tahun 1962. Hal ini di tandai dengan adanya perubahan system pendidikan di SMA, yaitu terjadinya perubahan nama menjadi SMA Gaya Baru, dan berunahnya waktu penjurusan, yang awalnya dikelas I menjadi di kelas II. Program penjurusan ini merupaka respon akan kebutuhan untuk menyalurkan para siswa kejurusan yang tepat bagi dirinya secara perorangan.(Syamsu Yusuf: 2005:94)
C.   Penutup

1.     Kesimpulan
            Bimbingan dapat di artikan sebagai suatu bantuan atau tuntunan, Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan diantara beberapa teknik lainnya. Bimbingan itu lebih luas, dan konseling merupakan alat yang paling penting dari usaha pelayanan bimbingan.
            Pada tahun 1898, jesse B. Davis, seorang konselor sekolah di detroit memulai memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA. Pada tahun 1907, dia diangkat menjadi kepala SMA di Grand Rapids, Michigan.
            Dengan diadakannya konferensi FKIP seluruh Indonesia uang diselenggarakan di malang dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 24 agustus 1960, dan yang telah memutuskan bahwa bimbingan dan konseling dimasukkan dalam kurikulum FKIP, hal ini menunjukkan adanya langkah yang lebih maju, yaitu bahwa bimbingan dan konseling sebagai suatu ilmu dikupas secara ilmiah. Dengan instruksi dari pemerintah (Departemen PD dan K). untuk melaksanakan bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah telah membuat bimbingan dan konseling semakin maju dilingkungan sekolah.
2.     Kritik dan Saran

            Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dalam penyusunan maupun dari segi isi makalah, untuk itu penulis harapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar