PENGERTIAN
DAN SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING
A. PENDAHULUAN
Tujuan
pendidikan mensyaratkan perkembangan kemampuan siswa secara Optimal, dengan
kemampuan untuk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab dan dapat memecahkan
masalah yang dihadapi. Sebagai individu, siswa memiliki berbagai potensi yang
dapat dikembangkan. Kenyataan yang dihadapi, tidak semua siswa menyadari
potensi yang dimiliki untuk kemudian memahami dan mengembangkannya. Disisi lain
sebagai individu yang berinterksi dengan lingkungan, siswa juga tidak dapat
lepas dari masalah. Menyadari hal di atas siswa perlu bantuan dan bimbingan
orang lain agar dapat berindak dengan tepat sesuai dengan potensi yang ada pada
dirinya.
Sekolah
sebagai institusi pendidikan tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan
tetapi juga mengembangkan kesluruhan kepribadian anak. Sebagai profesional guru
memegang peran penting dalam membantu murid mengembangkan seluruh aspek
kepribadian dan lingkungannya.
B. Pengertian
Dan Sejarah Bimbingan Dan Konseling
1.
Pengertian Bimbingan
secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemahan
dari kata “Guidance” berasal dari kata kerja “to guide” yang mempunyai arti
“menunjukkan, membimbing, menuntun, ataupun membantu. “sesuai dengan
istilahnya, maka secara umum bimbingan dapat di artikan sebagai suatu bantuan
atau tuntunan.
Ada beberapa prinsip sebagai berikut :
1. Bimbingan merupakan suatu proses yang
berkesinambungan, sehingga bantuan itu di berikan secara sistematis, berencana,
terus menerus dan terarah pada tujuan tertentu.
2. Bimbingan merupakan proses membantu individu.
3. Bahwa bantuan diberikan kepada setiap individu yang
memerlukan di dalam proses perkembangannya.
4. Bahwa bantuan yang diberikan melalui pelayanan
bimbingan bertujuan agar individu dapatmengenbangkan dirinya secara optimal
sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
5. Yang menjadi sasaran bimbingan adalah agar individu
dapat mencapai kemandirian yakni tercapainya perkembangan yang optimal dan
dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya.
6. Untuk mencapai tujuan bimbingan sebagaimana
dikemukakan diatas, digunakan pendekatan pribadi atau kelompok dengan
memanfaatkan berbagai teknikdan bmbingan.
7. Layanan bimbingan dengan menggunakan berbagai macam
media dan teknik tersebut dilaksanakan dalam suasana asuhan yang normatif.
8. Bahwa untuk melaksanakan kegiatan bimbingan diperlukan
adanya personil-personil yang memiliki keahlian dan pengalaman khusus dalam
bidang bimbingan. (Hallen: 2005:6)
2.
Pengertian konseling
Istilah konseling berasal dari bahasa inggris “to
counsel” yang secara etimologis berarti “to give advice” atau member saran atau
nasehat.
Di samping itu, istilah bimbingan selalu dirangkaikan
dengan istilah konseling. Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan
bimbingan diantara beberapa teknik lainnya. Bimbingan itu lebih luas, dan
konseling merupakan alat yang paling penting dari usaha pelayanan bimbingan.
(Hallen: 2005:9).
Menurut James F. Adams, yang dikutip I. Djumhur dan Moh.
Sorya konseling adalah suatu pertalian timbale balik antara dua orang individu
dimana yang seorang (konselor) membantu yang lain (konselee) supaya ia dapat
memahami dirinya dalam hubungan dalam masalah-masalah hidup yang dihadapinya
pada waktu itu dan pada waktu yang akan dating. (I. Djumhur, Moh.Surya:
1988:29).
Menurut H. Koestoer Partowisastro menyebutkan defenisi
konseling dalam dua pengertian, yaitu:
a. Dalam arti luas
Konseling adalah ikhtiar pengaruh psikologis terhadap
semua manusia.
b. Dalam arti sempit
Konseling merupakan hubungan yang disengaja dengan
manusia lain, dengan maksud agar dengan berbagai cara psikologis kita dapat
mempengaruhi beberapa facet kepribadiannya, sedemikan rupa sehingga
mempengaruhi sesuatu efek tertentu. (H. Koestoer P. 1982:15)
Proses
konseling pada dasarnya dilakukan secara individual (between two persons),
yaitu antara klien dan konselor, walaupun dalam perkembangan kemudian ada
konseling kelompok (group counseling). Pemecahan masalah dalam proses konseling
itu dijalankan dengan wawancara atau diskusi antara klien dengan konselor, dan wawancara
itu dijalankan secara face to face. (Bimo Walgito: 2005:7)
Pengertian konseling secara agama adalah usaha member
bantuan kepada kepada seseorang yang mengalami kesulitan baik lahiriah maupun
batiniah yang menyangkut hubungannya di masa kini dan di masa mendatang.
Bantuan tersebut berupa pertolongan dibidang mental dan spiritual, agar orang
yang bersangkutan bias mengatasinya dengan kemampuan yang ada pada dirinya
sendiri maupun dorongan kekuatan iman dan taqwa kepada tuhan. (H. M. Arifin:
1982:2)
3.
Sejarah perkembangan bimbingan dan konseling
a. Perkembangan layanan bimbingan dan konseling di
Amerika
Sampai awal abad ke-20 belum ada
konselor di sekolah. Pada saat itu pekerjaan-pekerjaan konselor masih ditangani
oleh para guru, seperti dalam memberikan layanan informasi, layanan bimbingan
pribadi, social, karir, dan akademik. Pada tahun 1898, jesse B. Davis, seorang
konselor sekolah di detroit memulai memberikan layanan konseling pendidikan dan
pekerjaan di SMA. Pada tahun 1907, dia diangkat menjadi kepala SMA di Grand
Rapids, Michigan. (Syamsu Yusuf: 2009:87)
Pada
waktu yang sama para ahli lainnya juga mengembangkan program bimbingan ini ,
seperti berikut.
1. Elie Weaper, pada tahun 1906 menerbitkan booklet
tentang “memilih suatu karir”. Dia telah berhasil membentuk komite guru
pembimbing di setiap sekolah di New York.
2. Frank Parson, yang dikenal sebagai “Father of guidance
movement in American education.” Mendirikan Biro pekerjaan (Vocational Bureau)
pada tahun 1908 di Boston, Massachussets,
yang tujuannya adalah membantu para pemuda untuk memilih karir yang di dasarkan
atas proses seleksi secara Ilmiah dan melatih para guru untuk memeberikan
pelayanan sebagai konselor vokasional.
3. E. G. Williamson, pada tahun 1940 menulis buku
How to cousel Student: A Manual of
techniques for Clinical Counselors. Model bimbingan yang dikembangkan oleh
Williamson terkenal dengan nama trait and factor (directive) guidance. Dalam
model ini, para konselor menggunakan informasi untuk membantu siswa dalam
memecahkan masalahnya, khususnya dalam bidang pekerjaan dan penyesuain
interpersonal.
4. Carl R. Rodgers mengembangkan konseling
client-centered, yang tidak berfokus kepada masalah, tetapi sangat mementingkan
hubungan antara konselor dengan
kliennya. Pendekatan konseling merupakan respon terhadap pendekatan konseling
yang direktif bersifat sempit dan terfokus kepada masalah. (Syamsu Yusuf:
2009:89)
b. Perkembanagan bimbingan dan konseling di Indonesia
Bimbingan dan konseling telah lama
dikenal di Indonesia. Hanaya saja berbeda dalam pendekatannya. Dengan
diproklamasikannya kemerdekaannya Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, dan
dengan didirikannya beberapa kementerian pada waktu itu, antara lain ada Kantor
Penempatan Kerja, hal ini menunjukkan adanya usaha untuk menempatkan
orang-orang yang ingin bekerja.
Dengan diadakannya konferensi FKIP
seluruh Indonesia uang diselenggarakan di malang dari tanggal 20 sampai dengan
tanggal 24 agustus 1960, dan yang telah memutuskan bahwa bimbingan dan
konseling dimasukkan dalam kurikulum FKIP, hal ini menunjukkan adanya langkah
yang lebih maju, yaitu bahwa bimbingan dan konseling sebagai suatu ilmu dikupas
secara ilmiah. Dengan instruksi dari pemerintah (Departemen PD dan K). untuk
melaksanakan bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah telah membuat bimbingan
dan konseling semakin maju dilingkungan sekolah.(Bimo Walgito: 2005:14)
Layanan bimbingan dan konseling di
Indonesia telah mulai dibicarakan secara terbuka sejak tahun 1962. Hal ini di
tandai dengan adanya perubahan system pendidikan di SMA, yaitu terjadinya
perubahan nama menjadi SMA Gaya Baru, dan berunahnya waktu penjurusan, yang
awalnya dikelas I menjadi di kelas II. Program penjurusan ini merupaka respon
akan kebutuhan untuk menyalurkan para siswa kejurusan yang tepat bagi dirinya
secara perorangan.(Syamsu Yusuf: 2005:94)
C.
Penutup
1.
Kesimpulan
Bimbingan dapat di artikan sebagai suatu bantuan atau
tuntunan, Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan
diantara beberapa teknik lainnya. Bimbingan itu lebih luas, dan konseling
merupakan alat yang paling penting dari usaha pelayanan bimbingan.
Pada tahun 1898, jesse B. Davis, seorang konselor sekolah
di detroit memulai memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di
SMA. Pada tahun 1907, dia diangkat menjadi kepala SMA di Grand Rapids, Michigan.
Dengan diadakannya konferensi FKIP seluruh Indonesia uang
diselenggarakan di malang dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 24 agustus
1960, dan yang telah memutuskan bahwa bimbingan dan konseling dimasukkan dalam
kurikulum FKIP, hal ini menunjukkan adanya langkah yang lebih maju, yaitu bahwa
bimbingan dan konseling sebagai suatu ilmu dikupas secara ilmiah. Dengan
instruksi dari pemerintah (Departemen PD dan K). untuk melaksanakan bimbingan
dan konseling di sekolah-sekolah telah membuat bimbingan dan konseling semakin
maju dilingkungan sekolah.
2.
Kritik dan Saran
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, baik dalam penyusunan maupun dari segi isi makalah, untuk itu penulis harapkan
kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca.